Tekan Angka Cerai, Kemenag Siapkan 100 Fasilitator Konsultasi Keluarga
Keluarga Sakinah, 04 Maret 2026, 10:32 WIB
Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 100 fasilitator layanan konsultasi dan pendampingan keluarga untuk menekan angka perceraian. Para fasilitator merupakan penghulu dan Penyuluh Agama Islam dari seluruh Indonesia yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat layanan konsultasi keluarga berbasis kebutuhan masyarakat.
“Para fasilitator ini nantinya hadir memberikan layanan konsultasi bagi keluarga-keluarga di Indonesia. Fokusnya adalah penguatan SDM serta peningkatan kualitas layanan agar masalah keluarga dapat ditangani sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, penghulu dan penyuluh yang telah mengikuti pelatihan akan menjadi garda terdepan dalam mediasi dan pendampingan keluarga. Mereka diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan sejak awal dan menghadirkan solusi sebelum konflik berujung pada perceraian.
“Ketika muncul konflik keluarga, para fasilitator diharapkan mampu hadir sebagai mediator. Jangan sampai persoalan kecil berujung pada perceraian karena tidak ada ruang konsultasi dan pendampingan,” tambahnya.
Zayadi menyebut, keikutsertaan penghulu, penyuluh agama, dan sejumlah mitra strategis dalam kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan peran strategis layanan keagamaan. Menurut dia, kolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan juga menjadi kunci dalam membangun ketahanan keluarga.
“Ada peran strategis yang akan dimainkan oleh para aktor layanan keagamaan, para penyuluh, penghulu, serta mitra strategis dari berbagai organisasi keagamaan. Ini adalah aliansi besar dalam penguatan keluarga,” jelasnya.
Pelaksanaan Bimtek pada bulan Ramadan, lanjutnya, menjadi momentum memperkuat nilai spiritual dalam pelayanan. Ia menyebut Ramadan sebagai ruang pembinaan pengendalian diri yang berdampak pada kualitas hubungan dalam keluarga.
“Ramadan mengajarkan pengendalian diri, memperkuat iman, dan membina akhlak. Ini menjadi fondasi moral penting bagi ketahanan keluarga,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Kemenag berharap lahir fasilitator yang profesional, peka secara sosial, dan mampu memperkuat ketahanan keluarga. Zayadi mengatakan, keluarga yang kokoh akan memberi dampak sosial yang luas.
“Jika keluarga baik, maka pengaruhnya akan terasa secara sosial. Keluarga menjadi keluarga maslahat, memberi teladan, dan menghadirkan kebaikan di lingkungan sekitarnya. Inilah yang kita pahami sebagai keluarga sakinah maslahat,” pungkas Zayadi.
Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/web/post/berita/tekan-angka-cerai-kemenag-siapkan-100-fasilitator-konsultasi-keluarga
Komentar
Informasi Terkini
Penghulu KUA Kajen Nikahkan WNA dengan Bantuan Bahasa Turki, Akad Tetap Berbahasa Indonesia
Pascalebaran, KUA Tetap Layani Umat dari Nikah hingga Pemberdayaan Sosial
Layanan KUA Tetap Buka saat WFA, Demi Pernikahan Warga
Gaspol, KUA Rembang Layani 528 Pasang Catin Terdaftar Nikah usai Lebaran
