BERITA

Lewat Akad Nikah dan Tanam Pohon, Kemenag Bumikan Ekoteologi di KUA Semarang Selatan

Keluarga Sakinah, 06 Juni 2026, 19:04 WIB

GEMAH KUA ASRI Semarang, Akad Nikah dan Tanam Pohon Bersama

Semarang, Bimas Islam — Kantor Urusan Agama (KUA) Semarang Selatan menggelar GEMAH (Gerakan Jum'ah) KUA ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang memadukan akad nikah dan penanaman pohon sebagai implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama, Jumat (5/6/2026). Kegiatan itu dihadiri Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Abu Rokhmad.

Kegiatan ini diawali dengan prosesi akad nikah pasangan Bryan dan Ajeng yang dipimpin Kepala KUA Semarang Selatan, Duta Grafika. Setelah akad dan nasihat perkawinan oleh Menteri Agama, rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan implementasi ekoteologi.

Pada sesi nasihat perkawinan, Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, melainkan juga mempersatukan dua keluarga besar dalam ikatan persaudaraan.

"Hari ini bukan saja perkawinan Anda berdua, tetapi juga penyatuan dua keluarga besar. Dalam satu menit, dua keluarga menjadi satu saudara. Inilah indahnya perkawinan," tuturnya.

Menag menjelaskan, perkawinan merupakan peristiwa sakral yang menghalalkan hubungan atas nama Allah Swt. Karena itu, pernikahan tidak hanya mengikat dua orang, tetapi juga membangun tanggung jawab dan hubungan kekeluargaan yang lebih luas.

Selain memberikan nasihat perkawinan, Menag juga mengaitkan nilai-nilai keluarga dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon yang dilakukan setelah akad nikah.

"Sebentar lagi Ananda akan menanam pohon. Belajarlah merawat anak dengan merawat pohon, karena pohon adalah anak kandung langit dan bumi," ungkapnya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan pohon sebagai bagian dari tanggung jawab manusia terhadap alam.

"Kalau kita mematahkan ranting pohon, apa bedanya dengan menjewer anak? Maka bapak kandungnya akan marah. Jangan pernah sembarangan memotong pohon," pesannya.

GEMAH KUA ASRI di KUA Semarang Selatan menjadi simbol sinergi antara penguatan keluarga, pelestarian lingkungan, dan nilai-nilai keagamaan. Melalui akad nikah dan penanaman pohon dalam satu rangkaian kegiatan, Kementerian Agama terus mendorong implementasi ekoteologi yang membumi dan menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, dalam laporannya menjelaskan, program KUA ASRI merupakan implementasi nyata ekoteologi yang terus dikembangkan Kementerian Agama melalui KUA, masjid, musala, dan para penyuluh agama di seluruh Indonesia.

"Kami terus melakukan berbagai upaya agar seluruh Kepala Kantor Urusan Agama di Indonesia betul-betul dapat melaksanakan program ini. Bukan hanya KUA yang mengembangkan Asri sebagai bentuk ekoteologi dalam aksi, tetapi juga masjid dan musala yang menjadi sasaran para penyuluh agama," ujarnya.

Menurut Abu, penguatan ekoteologi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pelestarian lingkungan, tetapi juga melalui penguatan institusi keluarga. Karena itu, momen akad nikah dalam GEMAH KUA ASRI menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak generasi muda yang telah siap secara lahir dan batin untuk tidak menunda pernikahan. "Masyarakat, terutama anak-anak muda yang sudah memenuhi syarat menikah dan sudah siap untuk melangsungkan pernikahan, jangan menunda-nunda untuk melaksanakan sunnah Rasul," katanya.

Abu mengungkapkan, pihaknya tengah mengembangkan program kunjungan ke KUA yang sedang melaksanakan akad nikah sebagai bentuk dukungan kepada pasangan muda sekaligus kampanye positif tentang pernikahan.

"Ini mengirim pesan kepada seluruh anak muda untuk tidak ragu-ragu jika sudah siap secara mental, fisik, dan memenuhi seluruh persyaratan. Tidak perlu menunda untuk melangsungkan pernikahan agar hidup menjadi lebih fokus dan penuh keberkahan," tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, beserta jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Sumber:
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/lewat-akad-nikah-dan-tanam-pohon-kemenag-bumikan-ekoteologi-di-kua-semarang-selatan

Komentar